Dr. Irpan Ilmi Bongkar Akar Masalah Krisis Kepercayaan Diri Mahasiswa dan Kunci Mengubahnya dengan Manajemen Diri Islami

Mahasiswa seringkali disebut sebagai “agen perubahan” atau pembawa lokomotif kemajuan bagi lingkungannya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik. Banyak generasi mahasiswa saat ini memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.

Dr. Irpan Ilmi, S. Hum., M.M., dari STITNU Al-Farabi Pangandaran, melakukan penelitian untuk menganalisis masalah ini. Menurut studinya, alasan utama krisis ini adalah kegagalan mahasiswa dalam mengenali kekuatan dan harga diri sendiri di tengah masyarakat. Selain itu, mereka cenderung hanya melihat penyebab eksternal yang bersifat materi.

Solusi Kualitas SDM Ada di Dalam Diri

Dr. Irpan Ilmi menegaskan bahwa masalah rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dapat diputus melalui strategi internal yang terstruktur. Solusinya bukanlah melalui penambahan fasilitas fisik, melainkan melalui Manajemen Pengembangan Diri (Self-Development Management) yang optimal.

DR. IRPAN ILMI:

“Manajemen pengembangan diri adalah kunci utama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Ini bukan hanya tentang manajemen waktu secara umum, tetapi harus didasarkan pada prinsip mengenali kekuatan diri sendiri dan nilai-nilai spiritual, seperti Manajemen Waktu Perspektif Al-Qur’an dan Hadis, untuk menciptakan pribadi yang utuh dan berkualitas.”

Kunci Implementasi Manajemen Pengembangan Diri

Penelitian Dr. Irpan Ilmi menyoroti pentingnya pengembangan diri yang terencana. Manajemen pengembangan diri adalah proses di mana individu meningkatkan keahlian (skill), pengetahuan (knowledge), dan kemampuan (ability) agar dapat menjalankan peran dan fungsi secara lebih efektif.

A. Mengenali Diri dan Kekuatan Internal

Hal paling mendasar yang perlu diubah, menurut temuan ini, adalah fokus mahasiswa. Mereka harus berhenti melihat penyebab eksternal (materi) dan mulai melihat penyebab internal. Kegagalan mengenali kekuatan diri adalah awal dari rantai masalah panjang seperti rendahnya kepercayaan diri.

B. Manajemen Waktu Berbasis Nilai-Nilai Islam

Salah satu strategi praktis yang disarankan dalam studi ini adalah mengimplementasikan Manajemen Waktu Perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Manajemen waktu adalah jantung dari pengembangan diri karena mengatur bagaimana mahasiswa menggunakan sumber daya waktu mereka untuk:

  • Mencapai tujuan akademik dan non-akademik.
  • Membuat perencanaan yang berfokus pada hasil.
  • Memastikan keseimbangan antara kewajiban duniawi dan spiritual.
Investasi Diri Adalah Investasi Bangsa

Dr. Irpan Ilmi menyimpulkan bahwa pengembangan diri bukanlah sekadar kegiatan tambahan, melainkan sebuah investasi wajib bagi mahasiswa.

Dengan menerapkan manajemen pengembangan diri yang didasari oleh pengenalan diri dan disiplin waktu (terutama dari perspektif nilai-nilai Islam), mahasiswa dapat:

  1. Meningkatkan kualitas diri secara menyeluruh.
  2. Menjadi pribadi yang berani dan percaya diri.
  3. Menjadikan diri mereka sebagai SDM berkualitas yang siap menjadi lokomotif kemajuan, sesuai dengan peran mereka sebagai agen perubahan.

Model ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi harus fokus pada pembinaan internal mahasiswa untuk melahirkan lulusan yang berintegritas dan memiliki daya saing tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *